Post

Selamat Datang di Website MGBK Indonesia Selalu lihat informasi terkini untuk melihat perkembangan terbaru kegiatan kami.

OPERATOR MGBK :
081-121 314 32
 

Tentang MGBK Indonesia



SEJARAH BERDIRINYA MGBK INDONESIA

Perkumpulan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia adalah organisasi profesi guru bimbingan dan konseling di Indonesia yang bersifat independen yang diinisiasi sejak tahun 2007 oleh guru-guru bimbingan dan konseling se-indonesia yang tergabung dalam wadah Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) jenjang pendidikan (SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK) dan bersepakat membentuk suatu wadah organisasi profesi guru bimbingan dan konseling di tingkat Nasional/Pusat dengan nama Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Nasional (MGBK Nasional dan/atau MGBKI) yang diselenggarakan di Wisma PKWI Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 24 Juni 2007 di bawah kepemimpinan Dra. Naniek Krishnawati, M.Pd (guru BK SMAN 6 Jakarta) sebagai Ketua Umum pertama yang disyahkan oleh Dewan Pembina Majelis Tinggi Dewan Kehormatan MGBK Nasional, yaitu Prof. Dr. Sunarto Kartadinata, M.Pd yang pada saat itu juga sebagai Ketua Umum PB ABKIN Periode 2005-2009. Nama Perkumpulan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia (MGBK INDONESIA dan/atau MGBKI) ditetapkan dalam Kongres MGBKI Ke-II di Prasetiya Mulya Business School (PMBS), Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada tanggal 3 - 5 Febuari 2012, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Pada tahun 2007, seluruh guru bimbingan dan konseling di Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling wilayah provinsi, kabupaten/kota jenjang pendidikan se-Indonesia mulai merasakan perlunya suatu organisasi profesi guru bimbingan dan konseling di Indonesia yang dapat meningkatkan kompetensi serta memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan-kepentingan pelayanan bimbingan dan konseling secara profesional kepada peserta didik di sekolah dan kepentingan-kepentingan guru bimbingan dan konseling pada umumnya.

Sehubungan dengan keinginan di atas, pada tanggl 24 juni 2007 dibentuk suatu panitia persiapan untuk mempersiapkan dan melaksanakan pembentukan perkumpulan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Nasional. Anggota panitia persiapan tersebut yaitu Drs. Samsudin, M.Pd (Guru BK SMAN 3 Bandung), Drs. Amdani Sarjun, M.Pd (Guru BK SMAN 10 Lampung), Dra. Nanik Krishnawati, M.Pd (Guru BK SMAN 6 Jakarta), Drs. Daryono, M.Pd (Guru BK SMA Taruna Nusantara), Dra. Ratna DPA (Guru BK SMA 48 Jakarta) serta disaksikan, ditetapkan, dan disyahkan oleh Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd sebagai Ketua Umum PB ABKIN periode 2005-2009 sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Majelis Tinggi Dewan Kehormatan (MTDK) dari Pengurus Besar MGBK Nasional periode 2007-2011. Tugas dari panitia pembentukan Perkumpulan MGBK Nasional tersebut adalah menetapkan Ketua Umum sekaligus sebagai Ketua TIM Formatur MGBK Nasional, menyiapkan Rancangan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), lambang dan atribut, mars dan hymne, serta program kerja organisasi untuk disampaikan dalam Kongres Guru BK Indonesia Ke-I.

KONGRES GURU BK INDONESIA KE I

Para guru bimbingan dan konseling di Indonesia berhasil melaksanakan KONGRES GURU BK INDONESIA KE I pada tanggal 22-24 Juni 2007 yang bertempat di Wisma PKBI Provinsi DKI Jakarta.

Hasil dari Kongres Guru BK Indonesia Ke-I, yaitu: Disepakatinya Pendirian Perkumpulan Organisasi Guru Bimbingan dan Konseling di Indonesia dengan nama Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Nasional di singkat dengan MGBKN dan/atau MGBK Nasional, Disyahkannya Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) MGBK Nasional, Disyahkannya Lambang dan Atribut Organisasi, Menyusun Program Kerja Pengurus Besar MGBK Nasional periode 2007-2011, dan terpilih serta ditetapkannya Ketua Umum PB MGBK Nasional sekaligus sebagai Ketua Tim Formatur serta Anggota Tim Formatur PB MGBK Nasional periode 2007-2011.

Kongres Guru BK Indonesia Ke I di Jakarta ini mempunyai arti penting karena bersamaan lahirnya Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003 terutama dalam pasal 3 yang dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, serta dicanangkannya guru sebagai profesi pendidik yang terhormat sesuai dengan amanah Undang-Undang (UU) No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, sebagai dasar legal pengakuan atas profesi guru dengan segala dimensinya. Disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dan dicanangkannya sebagai dasar legal pengakuan atas profesi guru maka dirumuskan tujuannya kepada peserta didik agar dapat mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia terdidik sebagai kekayaan negara yang kekal dan sebagai investasi untuk mencapai kemajuan bangsa.

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem. Layanan bimbingan dan konseling merupakan bantuan kepada peserta didik/individu yang dilakukan guru BK secara profesional di sekolah agar peserta didik mampu menghadapi persoalan-persoalan yang dapat timbul selama hidupnya (pribadi, sosial, belajar dan karir). Kegiatan pembelajaran dalam layanan bimbingan dan konseling diberikan agar peserta didik lebih berkembang optimal ke arah yang positif semaksimal mungkin. Dengan demikian layanan bimbingan dan konseling menjadi bagian yang terintegrasi dalam keseluruhan kegiatan pendidikan di sekolah yang ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidang bimbingan dan konseling, yaitu guru bimbingan dan konseling secara profesional.

Susunan Majelis Tinggi Dewan Kehormatan (MTDK) dan Pengurus Besar MGBK Nasional periode 2007-2011, yaitu:

Majelis Tinggi Dewan Kehormatan (MTDK) MGBK Nasional periode 2007-2011

Ketua Dewan Pembina : Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd

                Anggota      :  - Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd

                                     - Prof. Dr. Syamsu Yusuf, M.Pd

Pengurus Besar MGBK Nasional periode 2007-2011

Ketua Umum        : Dra. Naniek Krishnawati, M.Pd - Provinsi DKI Jakarta

Sekretaris Jendral : Drs. Daryono - Provinsi Jawa Timur

Bendahara            : Dra. Ratna DPA - Provinsi DKI Jakarta

Bidang-bidang organisasi :

Sekretariat : Ruang BK SMAN 6 Jakarta, Jl. Mahakam No.2, RT.11/RW.7, Kramat Pela, Kebayoran  Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130

KONGRES GURU BK INDONESIA KE II

KONGRES GURU BK INDONESIA KE II pada tanggal 3 - 5 Febuari 2012  bertempat di Kampus Prasetiya Mulya Business School (PMBS), Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Hasil dari Kongres Guru BK Indonesia Ke-II, yaitu: Disepakatinya Perubahan Nama Perkumpulan Organisasi Guru Bimbingan dan Konseling di Indonesia yang sebelumnya dengan nama Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Nasional disingkat MGBKN dan/atau MGBK Nasional diubah menjadi Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia disingkat MGBKI dan/atau MGBK Indonesia, Disyahkannya perubahan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) MGBK Indonesia, Dirumuskan dan disyahkannya Kode Etik Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia, Disyahkannya perubahan Lambang dan Atribut Organisasi, Menyusun Program Kerja Pengurus Besar MGBK Indonesia periode 2012-2016, dan terpilih serta ditetapkannya Ketua Umum Pengurus Besar MGBK Indonesia sekaligus sebagai Ketua Tim Formatur serta Anggota Tim Formatur PB MGBK Indonesia periode 2012-2016.

Kongres Guru BK Indonesia Ke II di Banten ini mempunyai arti penting karena bersamaan dengan fenomena kekinian yang menunjukkan percepatan luar biasa dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyebabkan permasalahan begitu kompleks baik itu peserta didik maupun guru BK di Indonesia. Pengembangan pengetahuan dan profesionalitas profesi guru BK Indonesia dituntut untuk lebih kreatif, inovatif, menyenangkan, dan transformasional bagi pencapaian untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional menjadikan peserta didik memiliki karakter mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Bersama itu pula dilakukan konsolidasi dan komunikasi baik internal organisasi maupun dengan Insitusi/lembaga pemerintah dari tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten/Kota. Pada periode kepengurusan ini peran organisasi MGBK Indonesia mulai mendapat perhatian pemerintah pusat, lembaga/Instansi terkait, Perguruan Tinggi, dan organisasi profesi sejenis (Dirgen GTK Kemdikbud, PPPPTK Penjas dan BK, LPMP Provinsi, PB ABKIN, dan Divisi IBKS) terutama di dalam menyusun regulasi dan panduan operasional pelayanan dan penilaian bimbingan dan konseling bagi guru bimbingan dan konseling di Indonesia.   

Susunan Majelis Tinggi Dewan Kehormatan (MTDK) dan Pengurus Besar MGBK Indonesia periode 2012-2016, yaitu:

Majelis Tinggi Dewan Kehormatan (MTDK) MGBK Indonesia periode 2012-2016

Ketua Dewan Pembina : Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd

                Anggota      :  - Prof. Dr. Mungin Edy Wibowo, M.Pd

                                     - Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd

                                     - Prof. Dr. Syamsu Yusuf, M.Pd

Pengurus Besar MGBK Indonesia periode 2012-2016

Ketua Umum        : Dra. Samsudin, M.Pd - Provinsi Jawa Barat

Sekretaris Jendral : Budhy Ramdhany, M.Pd - Provinsi Banten

Bendahara            : Dra. Rini Kristiani - Provinsi Banten

Bidang-bidang organisasi :

Sekretariat : Ruang BK SMAN 3 Bandung, Jalan Belitung 8 Kec. Sumur Bandung, Kelurahan Merdeka, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, 40113

KONGRES GURU BK INDONESIA KE III

KONGRES GURU BK INDONESIA KE III pada tanggal 14 - 16 Januari 2016  bertempat di Graha POS Indonesia, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Hasil dari Kongres Guru BK Indonesia Ke-III, yaitu: Disepakatinya Perubahan Nama Majelis Tinggi Dewan Kehormatan (MTDK) MGBK Indonesia yang sebelumnya disingkat MTDK MGBK Indonesia diubah menjadi Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) MPO MGBK Indonesia disingkat MPO MGBK Indonesia, Dikukuhkannya identitas serta jati diri profesi Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia dengan sebutan guru bimbingan dan konseling disingkat guru BK, Revisi dan Disyahkannya Kode Etik Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia, Revisi dan Disyahkannya perubahan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) MGBKI, Disusun dan disyarkannya Rancangan Program Kerja Pengurus Besar MGBK Indonesia periode 2016-2020, dan terpilih serta ditetapkannya kembali Ketua Umum Pengurus Besar MGBK Indonesia sekaligus sebagai Ketua Tim Formatur serta Anggota Tim Formatur PB MGBK Indonesia periode 2016-2020.

Kongres Guru BK Indonesia Ke III di Jawa Barat ini mempunyai arti sangat penting karena dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi dan kota bandung dan lembaga/instutusi terkait yang memiliki kepedulian terhadap profesi guru bimbingan dan konseling di Indonesia untuk terus semangat dalam meningkatkan kompetensi profesional profesi dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik.

Kehadiran Dirjen GTK Kemdikbud RI, Kepala PPPPTK Penjas dan BK Kemdikbud RI, Gubernur Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dan Sekda Kota Bandung menjadikan angin segar bagi tegaknya jati diri profesi guru bimbingan dan konseling di Indonesia.

Kegiatan peningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan sebagai upaya memberikan rasa percaya diri kepada guru bimbingan dan konseling di Indonesia untuk dapat melaksanakan tugas serta kewajiban sebagai petugas profesional yang harus selaras dengan perkembangan dan tuntutan jaman. Sejalan dengan hal tersebut, pemberdayaan organisasi Profesi Guru BK Indonesia (MGBKI) dari semua jenjang pendidikan dan wilayah perlu ditingkatkan melalui komunikasi dan sinergisitas dengan memanfaatkan media secara komprehenship dan berkesinambungan baik internal maupun eksternal antar organisasi sejenis maupun dengan Insitusi/lembaga pemerintah dari tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pada periode kepengurusan ini peran organisasi MGBK Indonesia tetap mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, Instutusi/lembaga terkait, serta  organisasi profesi sejenis (Dirgen GTK Kemdikbud, PPPPTK Penjas dan BK, LPMP Provinsi, PB ABKIN, dan Divisi IBKS) terutama di dalam menyusun regulasi dan merumuskan panduan operasional penilaian dan pelayanan bimbingan dan konseling bagi guru bimbingan dan konseling di Indonesia, serta menjadi Narasumber dan Instruktur tingkat Nasional, Provinsi, dan Kab/Kota.   

Susunan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) dan Pengurus Besar MGBK Indonesia periode 2016-2020, yaitu:

Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) MGBK Indonesia periode 2016-2020

Ketua Dewan Pembina : Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd

                Anggota      :  - Prof. Dr. Mungin Edy Wibowo, M.Pd

                                     - Prof. Dr. Muh Surya

                                     - Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd

                                     - Prof. Dr. Syamsu Yusuf, M.Pd

                                     - Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd

                                     - Prof. Dr. Ahman, M.Pd

Pengurus Besar MGBK Indonesia periode 2016-2020

Ketua Umum          : Dra. Samsudin, M.Pd - Provinsi Jawa Barat

Wakil Ketua Umum : Budhy Ramdhany, S.Pd., M.Pd - Provinsi Banten

Sekretaris Jenderal  : Dra. Esty Rohyani, M.Pd, Kons - Provinsi Jawa Timur

Bendahara              : Dra. Ester Damanik, M.Pd., M.Psi - Provinsi DKI Jakarta

Bidang-bidang organisasi :

Sekretariat : Ruang BK SMAN 3 Bandung, Jalan Belitung 8 Kec. Sumur Bandung, Kelurahan Merdeka, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, 40113

 

Sejak Kongres Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia Ke-III, semua guru bimbingan dan konseling di Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Perkumpulan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia (MGBKI).

Visi Religius, Kompeten, dan Profesional merupakan jiwa pengabdian, tekad perjuangan, dan semangat profesi MGBK Indonesia agar dapat mewujudkan Tujuan Pendiikan Nasional, yaitu mewujudkan peserta didik memiliki sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan, seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003), yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (2) berakhlak mulia, (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan, (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani, (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dalam dinamika organisasi tidak lepas dari dukungan semua pihak, yaitu pemerintah pusat, daerah, Kab/Kota, Institusi/Lembaga terkait, swasta, perguruan tinggi, organisasi profesi sejenis yang memiliki tujuan yang sama dalam mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional.

Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru bimbingan dan konseling di Indonesia, kesadaran, tanggung jawab profesi guru BK Indonesia dengan dukungan semua pihak harus sejalan dengan Tujuan Pendidikan Nasional dam tanggal 24 Juni diperingati sebagai Hari Guru Bimbingan dan konseling Indonesia, dan diperingati setiap tahun.

Semoga guru bimbingan dan konseling Indonesia dapat menjadi pelopor perjuangan dalam meningkatkan karakter generasi muda bangsa dalam wadah perkumpulan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia (MGBK INDONESIA).

                                                                                                                                  Bandung, 24 Juni 2012

Mengetahui

Dewan Pembina MPO & PB MGBK Indonesia,                                                                Pengurus Besar MGBK Indonesia,

           ttd                                                                                                                             ttd

Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd                                                                           Drs. Samsudin, M.Pd

(Ketua Dewan Pembina)                                                                                                 (Ketua Umum)